Usaha mikro ritel, khususnya Toko Madura, memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, aktivitas kerja yang didominasi oleh durasi kerja yang panjang, beban kerja fisik, dan postur kerja yang tidak ergonomis berpotensi menyebabkan keluhan kesehatan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi kerja, beban kerja fisik, dan postur tubuh dengan keluhan kesehatan serta mendeskripsikan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis ergonomi di usaha mikro ritel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner dari 60 responden yang bekerja di usaha mikro ritel di Surabaya, Mojokerto, dan Gresik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antar variabel kategorikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan kesehatan, yaitu durasi kerja (p = 0,020), beban kerja fisik (p < 0,001), dan postur tubuh (p < 0,001), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi kerja, semakin tinggi beban kerja fisik, dan semakin tidak ergonomis postur kerja, semakin besar risiko keluhan kesehatan pada pekerja. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya menerapkan manajemen K3 berbasis ergonomi melalui pengaturan jam kerja, penyediaan waktu istirahat yang memadai, pengendalian beban kerja, perbaikan postur kerja, penyusunan SOP, dan pelaksanaan pelatihan K3 secara berkala untuk meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas pekerja usaha mikro ritel.