This Author published in this journals
All Journal Jurnal Janata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Pelatihan Socio-Technopreneur Terhadap Keterampilan Produksi dan Pemasaran Perempuan Tani Ardiansyah
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/q95cck04

Abstract

Keterbatasan akses perempuan tani terhadap pelatihan kewirausahaan, teknologi produksi, dan strategi pemasaran masih menjadi salah satu faktor struktural yang menghambat peningkatan nilai tambah ekonomi di wilayah pedesaan. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sumber daya, tetapi juga dengan rendahnya literasi digital, minimnya akses terhadap inovasi teknologi tepat guna, serta terbatasnya ruang partisipasi perempuan dalam rantai nilai ekonomi pertanian (FAO, 2021; Kabeer, 2012). Dalam konteks tersebut, pendekatan socio-technopreneur dipandang sebagai model intervensi yang mampu mengintegrasikan dimensi sosial, teknologi sederhana, dan kewirausahaan berbasis komunitas. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kaungcaang, Kabupaten Pandeglang, dengan tujuan untuk menganalisis dampak pelatihan socio-technopreneur terhadap peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perempuan tani. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana, melalui instrumen pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara kelompok terarah (focus group discussion). Data dianalisis secara tematik untuk menggambarkan perubahan kapasitas peserta sebelum dan sesudah intervensi program. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi sebesar 45%, terutama pada aspek pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah seperti olahan jahe merah dan keripik pisang. Peningkatan ini tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap standar kebersihan, pengemasan, dan kualitas produk yang lebih layak jual. Transformasi ini sejalan dengan konsep experiential learning yang menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dibandingkan pendekatan teoritis semata (Kolb, 1984). Pada aspek pemasaran, terjadi perubahan signifikan dari sistem konvensional menuju pemanfaatan media digital. Perempuan tani mulai menggunakan platform seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar. Digitalisasi pemasaran ini memperlihatkan peningkatan literasi digital yang berdampak langsung pada kemampuan komunikasi bisnis dan branding produk lokal. Temuan ini selaras dengan laporan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (2022) yang menyatakan bahwa digitalisasi UMKM berkontribusi terhadap peningkatan daya saing produk berbasis komunitas di wilayah pedesaan. Selain peningkatan keterampilan teknis dan pemasaran, program ini juga mendorong transformasi kesadaran kewirausahaan sosial pada peserta. Perempuan tani mulai menunjukkan perubahan pola pikir dari sekadar produsen rumah tangga menjadi pelaku usaha mikro yang memiliki orientasi ekonomi berkelanjutan. Proses ini mencerminkan konsep pemberdayaan yang menekankan pada peningkatan agency individu dalam mengambil keputusan ekonomi dan sosial secara mandiri (Kabeer, 2012). Bahkan, muncul inisiatif pembentukan kelembagaan ekonomi berbasis kelompok sebagai bentuk penguatan modal sosial komunitas. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Socio-Technopreneur tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran, tetapi juga memperkuat struktur sosial ekonomi perempuan di tingkat desa. Integrasi antara teknologi sederhana, kewirausahaan sosial, dan pendekatan partisipatif terbukti mampu menciptakan perubahan yang bersifat multidimensional, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan demikian, model ini memiliki potensi untuk direplikasi dalam program pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis gender dan potensi lokal.