Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rehabilitasi dan Collaborative Governance Dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Banjir Berbasis Pemagangan Di Kabupaten Pidie Jaya Zuliaden Jayus; Halimah
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v4i2.939

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur, banjir menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi, hilangnya mata pencaharian, menurunnya pendapatan masyarakat, serta meningkatnya kerentanan sosial. Oleh karena itu, rehabilitasi pascabencana perlu diarahkan tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam pemulihan ekonomi pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya melalui program pemagangan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta masyarakat terdampak banjir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Collaborative Governance mampu memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam merancang dan melaksanakan program rehabilitasi ekonomi. Program pemagangan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan, kompetensi kerja, dan peluang usaha masyarakat sehingga mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana. Namun, implementasi program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan koordinasi lintas sektor, pendanaan, serta keberlanjutan kemitraan dengan dunia usaha. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan kolaboratif, dukungan kebijakan yang lebih terintegrasi, serta pengembangan kemitraan yang berkelanjutan agar rehabilitasi ekonomi berbasis pemagangan dapat menjadi model pemulihan pascabencana yang efektif dan berkelanjutan.