Nispia Wulandari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Regulasi Emosi Siswa Kelas V Melalui Bimbingan Klasikal Dengan Pembelajaran Kooperatif Anita Nurrochmah; Mohamad Aziz Hidayat; Salsabila Intan Nuraeni; Taliya Nur Aalinda Darisman@gmail.com; Agung Riwauat Muggahan; Anisa Nur Rahman; Eva Nurlatipah; Nispia Wulandari; Malia Cahyani; Nabila Nurshadrina
Jurnal Ksatria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Ksatria: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67025/jurnalksatriajurnalpengabdiankepadamasyarakat.v3i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran layanan bimbingan klasikal berbasis cooperative learning dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa sekolah dasar, khususnya kelas V di SDN Bojong Sari. Regulasi emosi dipandang penting karena berhubungan langsung dengan perkembangan sosial-emosional, kemampuan beradaptasi, serta keberhasilan akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah SDN Bojong Sari, yang memberikan informasi berdasarkan pengamatan langsung terhadap dinamika emosional siswa di kelas. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi siswa, tantangan guru, serta efektivitas penerapan metode cooperative learning dalam layanan bimbingan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V masih banyak mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi, seperti mudah tersinggung, menangis, atau marah ketika menghadapi situasi sosial sederhana. Hal ini menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan iklim pembelajaran yang sehat. Penerapan cooperative learning dalam layanan bimbingan klasikal terbukti membantu siswa lebih terbuka dalam mengenali emosinya, memahami perasaan teman, serta melatih empati, keterampilan komunikasi, dan rasa percaya diri, terutama pada siswa yang cenderung pendiam. Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal berbasis cooperative learning efektif digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan kemampuan regulasi emosi siswa sekolah dasar.