Ai Dwati
UniversitasMuhammadiyah Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Sosial Berbasis Religius dan Kesehatan: Implementasi One Day One Ayat, Pemberdayaan Masjid, Posyandu, dan Posbindu Satria Galuh; Erina Numuslimawati; Risti Nabila Fauzi; Dea Sofia Nurafwin; Andi Darojat; Ai Dwati; Muhammad Elang Iqbal; Yogi Pratama; Anggita Pandunirmala; Sandi Dwi Andika; Neng Dila Sri Puspita; Nazwa Salsabila; Mochamad Rosad; Sasti Enggar Najwa Aliya; Nisa Ayu Risa Tri Sucahya; Tifany Rahmat Syifa Nuraini; Imam Nugraha; Alicia Pramesti; Anisa Nuroftavia; Acep Wagiman
Jurnal Ksatria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Ksatria: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67025/jurnalksatriajurnalpengabdiankepadamasyarakat.v3i2.96

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya di Kelurahan Cibeuti dilatarbelakangi oleh Pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu upaya strategis dalam mewujudkan pembangunan sosial yang berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan religius dan kesehatan. Program ini dilaksanakan dengan fokus pada implementasi One Day One Ayat sebagai gerakan peningkatan literasi Al-Qur’an, pemberdayaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, serta penguatan fungsi Posyandu dan Posbindu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pendampingan, pelatihan, serta praktik langsung di lapangan bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran religius melalui rutinitas membaca dan memahami Al-Qur’an, peningkatan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid, serta bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait kesehatan preventif dan promotif melalui kegiatan Posyandu dan Posbindu. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan spiritual masyarakat, tetapi juga pada kualitas hidup yang lebih sehat dan produktif. Dengan demikian, integrasi antara aspek religius dan kesehatan dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong transformasi sosial di tingkat desa maupun komunitas