Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi dengan beban kasus tertinggi kedua di dunia setelah India, dan sesak napas merupakan salah satu keluhan yang berpotensi berkembang menjadi kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa apabila tidak ditangani secara tepat. Karena sebagian besar pengobatan TB dijalani di rumah, keluarga perlu diberdayakan agar mampu mengenali tanda bahaya dan melakukan pertolongan awal saat pasien mengalami sesak napas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien TB paru dalam penanganan awal kegawatdaruratan sesak napas melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Padang, Sumatera Barat pada tahun 2025, dengan sasaran 20 keluarga pasien TB paru yang berperan sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO). Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, simulasi (re-demonstrasi), pemberian leaflet dan video edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan bermakna rerata skor pengetahuan keluarga dari 55,4 (kategori kurang) menjadi 86,7 (kategori baik) (p = 0,000), serta peningkatan capaian keterampilan praktik posisi semi fowler dari 35% menjadi 90% peserta yang mampu melakukan dengan benar. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kegawatdaruratan sesak napas pasien TB paru di rumah, dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan serta direplikasi di wilayah kerja Puskesmas lain.Kata Kunci: pemberdayaan keluarga; kegawatdaruratan; sesak napas; tuberkulosis paru; edukasi Kesehatan