Arsitektur kampus tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik untuk menunjang aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang sosial yang dapat membentuk pola interaksi, identitas, perilaku, dan pemaknaan bersama dalam komunitas perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arsitektur Twin Towers terhadap dinamika sosial dan pola interaksi civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Twin Towers dipahami oleh sebagian komunitas kampus sebagai simbol kesejajaran antara ilmu agama dan ilmu umum. Selain berfungsi sebagai gedung rektorat dan pusat administrasi, bangunan tersebut memiliki ruang terbuka dan taman yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sosial dan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa bangunan, ruang, dan lingkungan sosial di sekitar Twin Towers. Data bersumber dari wawancara, dokumentasi, serta penelusuran buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna simbolis arsitektur, karakteristik ruang, fungsi kelembagaan, bentuk pemanfaatan ruang, dan pola interaksi sosial yang berlangsung di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twin Towers mengintegrasikan unsur arsitektur modern dengan identitas budaya lokal, terutama melalui motif yang diasosiasikan dengan budaya Jawa, penggunaan warna dan material alami, keterhubungan antarruang, serta keberadaan taman sebagai ruang pertemuan. Lingkungan tersebut memfasilitasi tiga pola utama interaksi sosial, yaitu interaksi antarindividu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antarkelompok. Twin Towers dengan demikian tidak hanya menjadi simbol visual institusi, tetapi juga berperan sebagai pusat administrasi, ruang komunikasi, tempat pembentukan jaringan sosial, serta medium aktualisasi nilai kebersamaan, keseimbangan ilmu, budaya, dan agama. Temuan ini menegaskan bahwa desain arsitektur kampus dapat berkontribusi terhadap terbentuknya dinamika sosial yang inklusif dan berkelanjutan.