Nurlina Fatmawati
Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Manajerial dalam Menjaga Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well Being) Siswa dengan Orangtua Bercerai di MTs Kabupaten Banjar Nurlina Fatmawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.249

Abstract

Kesejahteraan Psikologis siswa merupakan tanggung jawab orangtua dari rumah akan tetapi bagi siswa dengan orang tua bercerai maka tidak akan dapat merasakan kehangatan tersebut. Peran manajerial di madrasah memiliki makna penting untuk membantu siswa dalam menjaga kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan manajerial dalam menjaga kesejahteraan psikologis siswa yang orangtuanya bercerai di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah belum memiliki perencanaan layanan khusus bagi siswa broken home, namun telah memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dalam bentuk layanan individual, klasikal, dan kolaboratif bersama orangtua. Evaluasi yang dilakukan bersifat administratif dan berdasarkan hasil perubahan perilaku siswa. Strategi kolaboratif dilaksanakan oleh guru BK melalui kerja sama dengan wali kelas, kepala madrasah, dan orangtua. Kepala madrasah cenderung menggunakan gaya manajerial demokratis yang memberi ruang pada partisipasi guru BK dalam pengambilan keputusan. Meskipun demikian, layanan bimbingan dan konseling di madrasah belum mampu secara optimal membantu siswa dari keluarga bercerai untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang stabil. Temuan ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang lebih terstruktur dan pendekatan manajerial yang adaptif untuk mendukung kondisi psikologis siswa broken home secara lebih maksimal.