Nur Fathin Luaylik
Madura University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Agensi Ekonomi Perempuan Pesisir dalam Menegosiasikan Budaya Abhakalan dan Patriarki: Studi Transformasi Relasi Gender di Kepulauan Mandangin Madura Rina Nur Azizah; Nur Fathin Luaylik; Dewi Atika Rahmawati
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.7645

Abstract

This study aims to determine the dimensions of coastal women's emancipation in strengthening the economy on the influence of abhakalan (early marriage) and patriarchy in the Mandangin Islands. Collectively emphasize the important role of women in economic development by highlighting their significant contributions and the importance of gender equality. They emphasize that promoting women's empowerment leads to economic diversification, increased productivity, and income equality, which ultimately benefits overall development outcomes. This study also explores the culture of Abhakalan and Patriarchy in the Mandangin Islands that limits women's economic contributions, advocating for policies that support women's rights and opportunities to increase their participation in the economy. Furthermore, the article discusses how coastal women's emancipation in strengthening the economy on the influence of Abhakalan and Patriarchy cultures that ultimately encourage economic growth and efficiency. In addition, the study shows that coastal women play a significant role in economic development globally, contributing not only to family income but also to social welfare and overall economic progress. Women's emancipation in economic development is crucial for overall progress, poverty eradication, and improving family welfare. However, discrimination and patriarchal culture rooted in cultural and religious practices continue to hinder women's economic empowerment and self-actualization. With economic empowerment programs, coastal women can demonstrate significant emancipation through their inherent productive roles, particularly in managing and marketing their husbands' catch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi emansipasi perempuan pesisir dalam penguatan ekonomi pada pengaruh abhakalan (pernikahan dini) dan patriarki di Kepualauan Mandangin. Secara kolektif menekankan peran penting perempuan dalam pembangunan ekonomi dengan menyoroti kontribusi signifikan mereka dan pentingnya kesetaraan gender. Mereka menekankan bahwa mempromosikan pemberdayaan perempuan mengarah pada diversifikasi ekonomi, peningkatan produktivitas, dan kesetaraan pendapatan, yang pada akhirnya menguntungkan hasil pembangunan secara keseluruhan. Penelitian ini juga mengeksplorasi budaya Abhakalan dan Patriarki di Kepulauan Mandangin yang membatasi kontribusi ekonomi perempuan, mengadvokasi kebijakan yang mendukung hak-hak perempuan dan peluang untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam ekonomi. Selanjutnya, artikel membahas bagaimana Emansipasi perempuan pesisir dalam penguatan ekonomi pada pengaruh budaya Abhakalan dan Patriarki yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan dan efisiensi ekonomi. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa perempuan pesisir memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi secara global, berkontribusi tidak hanya pada pendapatan keluarga tetapi juga untuk kesejahteraan sosial dan kemajuan ekonomi secara keseluruhan. Emansipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi sangat penting untuk kemajuan secara keseluruhan, pemberantasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Namun diskriminasi dan budaya patriarki yang berakar pada praktik budaya dan agama, terus mengkambat pemberdayaan ekonomi perempuan dan aktualisasi diri. Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir dapat menunjukkan emansipasi yang signifikan melalui peran produktif yang tidak terhindarkan, terutama dalam mengelola dan memasarkan hasil tangkapan laut suami.