Arfindi Yunanda Santoso
Prospect Research, PT Arjuna Wijaya Karya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrated Eco-Mining Transformation: Model Pemanfaatan Lubang Pascatambang untuk Ketahanan Pangan Kelurahan Talang Jambe Arfindi Yunanda Santoso; Robi’a Al Adawiyah; Nur Laili Zaihandini
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.7066

Abstract

Clay mining activities, classified under Category C mineral extraction, have become a primary source of livelihood for many residents in Talang Jambe Subdistrict, Palembang City. While contributing economically, poorly managed mining practices have caused significant environmental and social impacts, including land degradation, reduced environmental quality, and accidents involving children playing in abandoned excavation pits. This study aims to examine the utilization of former mining pits as a form of community empowerment for environmental restoration and economic improvement. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the local community has started to repurpose the former mining sites for fish farming using floating net cage technology and for greening initiatives through the cultivation of horticultural crops. These initiatives not only enhance household income and food security but also help mitigate the risk of accidents and promote environmental conservation. Therefore, participatory and sustainable management of former mining areas emerges as a strategic approach to address the adverse effects of mining while fostering local community empowerment.Kegiatan pertambangan tanah liat sebagai bagian dari galian golongan C menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi, praktik pertambangan yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang signifikan, seperti kerusakan lahan, penurunan kualitas lingkungan, hingga kecelakaan anak-anak akibat bermain di lubang bekas galian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan lubang bekas galian tambang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan dan peningkatan ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan bekas galian tambang untuk kegiatan budidaya ikan dengan teknologi keramba jaring apung dan penghijauan lahan dengan tanaman hortikultura. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga meminimalisir risiko kecelakaan serta mendorong pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan lubang bekas tambang secara partisipatif dan berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mengatasi dampak negatif pertambangan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.