M.Abdul Ghofur
Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Beyond The 30 % Quota: Dynamics of Indonesian Women’s Involvement in The 2024 Election Year Latif Fianto; M.Abdul Ghofur
REFORMASI Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v16i1.9024

Abstract

During every election year, women's involvement comes under the spotlight not merely regarding the level of female representation in positions of authority, but also concerning how women are perceived and positioned. In reality, the rise in women's political participation has not been fully matched by a shift toward more equitable power dynamics. This study aims to examine the discourses of identity and power within the dynamics of women's involvement during the 2024 election year. It employs Norman Fairclough’s discourse analysis method, utilizing text mining on Twitter (X) based on specific keywords. The findings indicate that discussions regarding women's political involvement in 2024 as observed on Twitter center on the issue of representation, which has yet to meet the 30 percent quota. Politics continues to be viewed as a masculine domain unsuitable for women. Furthermore, social media serves as a paradoxical arena; while digital platforms offer women broader opportunities to express ideas and engage in politics, they simultaneously perpetuate gender stereotypes through language, labeling, and narratives that sustain unequal power relations.Di setiap tahun politik, keterlibatan perempuan banyak menjadi sorotan. Bukan hanya dari tingkat keterwakilan perempuan di kursi birokrasi, tapi juga bagaimana perempuan dipandang dan diposisikan. Kenyatannya, meningkatnya partisipasi perempuan dalam ranah politik belum sepenuhnya diikuti oleh perubahan relasi kekuasaan yang lebih setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana identitas dan kekuasaan dalam dinamika keterlibatan perempuan di tahun politik 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana Norman Fairclough, di mana data penelitian diperoleh melalui teknik text mining pada aplikasi Twitter (X) dengan menggunakan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan di tahun politik 2024 di Twitter mengarah pada pembicaraan soal keterwakilan perempuan di politik, yang sejauh ini masih belum memenuhi kuota 30 persen. Politik masih dianggap sebagai ruang maskulin yang tidak cocok dimasuki oleh perempuan. Selain itu, media sosial berfungsi sebagai arena yang bersifat paradoksal. Di satu sisi, platform digital membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk mengekspresikan gagasan dan partisipasi politik, tapi di sisi lain, ruang yang sama masih menjadi tempat reproduksi stereotip gender melalui bahasa, pelabelan, dan narasi yang mempertahankan relasi kuasa yang timpang.