Idam Mugi Salam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hermeneutika Filosofis Gadamer dalam Kajian Al-Qur’an: Relevansi bagi Moderasi Beragama di Indonesia Sayyidatina Aisyah; Farkha Fitri Fadilah; Idam Mugi Salam; Kholil Mustofa; Muhammad, Akbar Nugraha; Achmad Rifki Al-Farizi; Muhammad Nur
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v8i1.29649

Abstract

Abstract; This article aims to examine the relevance of Hans-Georg Gadamer's Philosophical hermeneutics to the study of the Qur'an, particularly in the context of strengthening religious moderation in Indonesia. Gadamer's hermeneutics, centered on the concept of fusion of horizons between text and reader, offers an interpretive framework that emphasizes dialogue, historical understanding, and openness to meaning. From the perspective of Qur'anic studies, this approach can enrich contemporary interpretation methods by fostering a reflective awareness that interpretation is never separate from the interpreter's social and historical context. Through a qualitative study with a library approach, this research finds that Gadamer's hermeneutical principles of dialogical openness and historical awareness align with the values of religious moderation in Islam, such as tawasuth (the middle path), tasamuh (tolerance), and ta'adul (balance). Thus, the application of philosophical hermeneutics ideas in Qur'anic studies can be an important contribution to the development of a more inclusive, contextual, and moderate interpretation paradigm amidst the plurality of Indonesian society. Keywords: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.   Abstrak; Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer terhadap studi Al-Qur’an, khususnya dalam konteks penguatan moderasi beragama di Indonesia. Hermeneutika Gadamer, yang berpusat pada konsep Fusi horizon (fusion of horizons) antara teks dan pembaca, menawarkan kerangka interpretatif yang menekankan dialog, pemahaman historis, dan keterbukaan terhadap makna. Dalam perspektif kajian Al-Qur’an, pendekatan ini dapat memperkaya metode tafsir kontemporer dengan menumbuhkan kesadaran reflektif bahwa penafsiran tidak pernah lepas dari konteks sosial dan historis penafsir. Melalui kajian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa prinsip Hermeneutika Gadamer yakni keterbukaan dialogis dan kesadaran historis sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam Islam, seperti tawasuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), dan ta’adul (keseimbangan). Dengan demikian, penerapan gagasan hermeneutika filosofis dalam kajian Al-Qur’an dapat menjadi kontribusi penting bagi pengembangan paradigma tafsir yang lebih inklusif, kontekstual, dan moderat di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.