Sungai Kebon Agung merupakan salah satu aliran sungai perkotaan di Surabaya yang menerima masukan dari aktivitas permukiman, industri, dan kegiatan masyarakat di sekitarnya. Aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan masuknya partikel berukuran kecil yang secara visual menyerupai mikroplastik ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partikel diduga mikroplastik pada air permukaan Sungai Kebon Agung berdasarkan kelimpahan, bentuk, dan jenis polimer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel air permukaan diambil dari empat titik pengambilan sampel, kemudian dilakukan penyaringan, pengamatan mikroskopis, dan analisis FTIR pada partikel terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total partikel diduga mikroplastik yang ditemukan sebanyak 544 partikel. Rata-rata jumlah partikel tertinggi ditemukan pada titik B sebesar 87,5 partikel, sedangkan terendah pada titik C sebesar 48 partikel. Berdasarkan bentuknya, fiber/filamen merupakan bentuk paling dominan dengan jumlah 377 partikel atau 69,3%, diikuti fragmen sebesar 23,0%, film sebesar 7,4%, dan pelet sebesar 0,4%. Warna yang paling banyak ditemukan adalah hitam dengan persentase 33,8%. Hasil analisis FTIR terhadap delapan sampel terpilih belum menunjukkan kecocokan utama dengan polimer plastik umum seperti PE, PP, PET, PS, PVC, maupun nylon, melainkan lebih dominan mengarah pada material mineral atau sedimen seperti soil fines, bentonite, dan illite.Dengan demikian, partikel yang ditemukan dalam penelitian ini lebih tepat dinyatakan sebagai partikel diduga mikroplastik berdasarkan pengamatan visual, bukan mikroplastik yang telah terkonfirmasi secara polimer.