Ketidakseimbangan antara arus barang masuk dari produksi dan arus barang keluar untuk distribusi berpotensi menyebabkan penumpukan maupun kekurangan stok yang pada akhirnya menurunkan efisiensi pengelolaan persediaan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja persediaan pakan ternak jadi (finished goods) di gudang PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Cabang Sidoarjo menggunakan metode Turn Over Ratio (TOR). Penelitian dilaksanakan pada tujuh jenis produk pakan ternak jadi selama periode Juli–Desember 2025 dengan menggunakan data stok awal, barang masuk dari produksi, dan barang keluar untuk distribusi. Analisis dilakukan melalui perhitungan persediaan akhir, rata-rata persediaan, nilai TOR, serta waktu penyimpanan barang di gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TOR mengalami fluktuasi signifikan antar produk maupun antar periode, dengan kisaran 1,119 hingga 21,763 kali, sedangkan waktu penyimpanan berkisar antara 1,424 hingga 27,713 hari. Produk Pakan Unggas Medicated dan Pakan Unggas Finisher mencatat tingkat perputaran persediaan tertinggi dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat, mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap pakan ternak unggas. Sebaliknya, Pakan Babi dan Pakan Unggas Komersial menunjukkan nilai TOR yang rendah dengan waktu penyimpanan lebih lama, mengindikasikan segmen pasar yang lebih terbatas dan permintaan yang kurang konsisten. Secara keseluruhan, kinerja persediaan finished goods di gudang PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Cabang Sidoarjo tergolong kurang stabil dan belum sepenuhnya efisien. Perusahaan disarankan untuk melakukan penyesuaian pola produksi dan distribusi secara berkala, terutama pada produk dengan tingkat perputaran rendah, guna menekan biaya penyimpanan, meminimalkan risiko kerusakan produk, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan secara keseluruhan.