Telah dilakukan penelitian tentang potensi dan kelayakan sistem pemanenan air hujan sebagai sumber air bersih alternatif pada wilayah kepulauan dengan studi kasus kota tanjungpinang. Penelitian bertujuan menganalisis kelayakan sistem Pemanenan Air Hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih dari aspek teknis dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods didominasi kuantitatif, mencakup analisis data curah hujan 10 tahun (2015-2024) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, data luas atap bangunan dari citra satelit Open Street Map 2024, analisis kualitas air hujan berdasarkan 13 parameter sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan penurunan air larian. Pendekatan skala Likert dan statistik deskriptif diterapkan untuk memahami persepsi dan partisipasi masyarakat serta tantangan dan hambatan melalui wawancara. Hasil menunjukkan potensi pemanenan air hujan mencapai 2.308.815 m³/bulan dari total luas atap 11.384.277 m². Atap 70 m² mampu memenuhi kebutuhan domestik 600 liter/hari sepanjang tahun. Air hujan murni memenuhi baku mutu, namun tangkapan atap terindikasi terkontaminasi bakteri E. coli dan Total Coliform serta mengandung timbal 1 mg/L. Korelasi positif yang moderat (r = 0,561; p < 0,0001) antara persepsi dan partisipasi masyarakat dengan hambatan utama kendala biaya dan kurangnya bantuan teknis, faktor pendukung berupa kesediaan masyarakat mengikuti pelatihan atau kampanye. Pemanenan air hujan dinilai layak dikembangkan sebagai sumber air alternatif dengan pengolahan memadai sebelum pemanfaatan.