Ahmad Fakih Lukman Hakim
Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Mempertahankan Bahasa Ibu Di Era Globalisasi Ahmad Fakih Lukman Hakim
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.11083

Abstract

Bahasa ibu memiliki peran penting sebagai identitas budaya, sarana komunikasi, serta media pewarisan nilai-nilai sosial dari generasi ke generasi. Namun, perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta dominasi bahasa nasional dan bahasa asing menyebabkan penggunaan bahasa ibu semakin mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam mempertahankan bahasa ibu di era globalisasi serta menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam mempertahankan bahasa ibu meliputi dominasi bahasa asing, pengaruh media sosial, urbanisasi dan mobilitas sosial, rendahnya transmisi bahasa dalam keluarga, serta menurunnya minat generasi muda terhadap bahasa daerah. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa yang berpotensi mengancam keberlangsungan bahasa ibu dan melemahkan identitas budaya masyarakat. Upaya pelestarian bahasa ibu dapat dilakukan melalui peran keluarga, lembaga pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan pemerintah dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar bahasa ibu tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa di tengah arus globalisasi.