Kemampuan berpikir kritis adalah keterampilan penting di abad ke-21. Peserta didik wajib menguasainya dalam belajar biologi. Media digital yang interaktif dianggap sebagai cara yang bagus untuk meningkatkan keterampilan ini . Namun, masih sedikit bukti nyata yang lengkap dan menyeluruh . Penelitian ini dilakukan untuk menemukan , mengkaji , dan menggabungkan hasil dari berbagai penelitian . Studi ini membahas tentang dampak media interaktif digital terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pelajaran biologi. Metode yang dipakai adalah Systematic Literature Review (SLR) . Metode ini mengikuti panduan PRISMA. Pencarian dilakukan menggunakan kerangka PICO ( Populasi , Intervensi , Perbandingan , Hasil ). Pencarian dilakukan di database Google Scholar, ERIC, dan Scopus . Kata kunci yang terstruktur digunakan . Dari 387 artikel yang ditemukan, 24 artikel cocok dengan kriteria . Artikel-artikel ini kemudian dijelaskan secara detail . Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif digital . Meliputi multimedia, augmented reality (AR), e-modul, simulasi virtual, dan game edukasi . Semuanya terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pelajaran biologi. Peningkatannya konsisten dan bermakna. Peningkatan rata -rata kemampuan berpikir kritis adalah antara 18% sampai 45% . Ini jika dibandingkan dengan cara belajar biasa . Faktor utama yang membuat media ini efektif adalah desain pembelajaran yang pas. Konten biologi yang sesuai juga penting. Selain itu , keterlibatan peserta aktif sangat berpengaruh . Temuan ini sangat penting . Ini bisa dipakai untuk mengembangkan pembelajaran biologi yang lebih baru. Pembelajaran ini jugaberbasis teknologi.