Pembelajaran sejarah menuntut guru untuk selalu berperan aktif untuk melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran memberikan dampak baik bagi perkembangan kesadaran dan pengetahuan sejarah dalam diri siswa. Dalam hal ini, outdoor learning menjadi salah satu kunci untuk dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran melalui pengamatan langsung. Tak ayal dalam praktiknya, outdoor learning masih sering dianggap sebagai pembelajaran di luar kelas berkedok ‘tamasya’. Siswa yang telah terbiasa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara terstuktur di kelas akan sulit beradaptasi pada pembelajaran di luar kelas. Kurangnya arahan dari guru juga menjadi faktor terpenting kegagalan pembelajaran outdoor learning. Sehingga, tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, metode pembelajaran outdoor learning perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Melalui artikel ini, penulis berusaha mengembangkan metode pembelajaran outdoor learning berbasis AFTER (Apperception, Field-Trip, Evaluation, and Reflection). Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan oleh Dick and Carey yang mencakup 10 tahapan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 sintaks dalam model pembelajaran AFTER, yang meliputi Apperception, Field-Trip, Evaluation, and Reflection. Model pembelajaran AFTER guru dan siswa diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode outdoor learning dengan baik agar tujuan pembelajaran sejarah dapat tercapai secara maksimal.