Perkalian dan pembagian termasuk materi matematika kelas II sekolah dasar yang kerap menyulitkan peserta didik. Sifatnya yang abstrak berbenturan dengan kondisi peserta didik di usia ini, yang menurut Piaget masih berada pada tahap operasional konkret sehingga membutuhkan media pembelajaran yang konkret sekaligus menyenangkan. Permainan ular tangga merupakan salah satu media yang dapat dimodifikasi untuk memuat soal-soal perkalian dan pembagian pada setiap petaknya. Artikel ini disusun untuk mengkaji dan merangkum temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai pemanfaatan media permainan ular tangga dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, dengan penekanan khusus pada relevansinya terhadap materi perkalian dan pembagian di kelas II. Kajian dilakukan dengan metode literature review berpendekatan deskriptif kualitatif terhadap tujuh artikel yang terbit pada rentang 2019-2025 dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media permainan ular tangga secara konsisten dinyatakan layak oleh ahli media maupun ahli materi, dengan persentase kelayakan berkisar 90-92%, serta terbukti mampu mendongkrak motivasi dan keaktifan belajar peserta didik. Sejalan dengan itu, tren riset pada 2025 mulai bergeser dari sekadar validasi produk menuju pengukuran efektivitas dan pemahaman konsep yang lebih sistematis. Meski demikian, penelitian yang memadukan tiga unsur sekaligus, yakni jenjang kelas II SD, materi perkalian dan pembagian, serta instrumen tes kognitif yang telah divalidasi, ternyata masih sangat jarang dijumpai. Kajian ini menyimpulkan bahwa penelitian mendatang perlu diarahkan untuk mengisi celah tersebut, bukan sekadar mengulang pengukuran motivasi atau kelayakan produk.