Kecerdasan visual spasial membantu siswa memahami konsep abstrak, visualisasi bentuk, dan penyelesaian masalah secara tepat, sedangkan fasilitas belajar matematika yang memadai memberikan makna ketersediaan sarana dan prasarana yang baik sehingga meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X MIPA UPT SMAN 8 Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 70 siswa yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan visual-spasial, angket fasilitas belajar, dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik inferensial, meliputi uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t, di mana kecerdasan visual-spasial (t = 4,796; p < 0,05) dan fasilitas belajar (t = 2,464; p < 0,05) berpengaruh signifikan. Uji simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 44,607 (p < 0,05), yang berarti kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 0,847 + 0,488X1 + 0,250X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,571 menunjukkan bahwa 57,1% variasi prestasi belajar matematika dijelaskan oleh kecerdasan visual-spasial dan fasilitas belajar, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan visual-spasial yang baik serta dukungan fasilitas belajar yang memadai berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi belajar matematika siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan kemampuan visual-spasial serta penyediaan fasilitas belajar yang optimal dalam proses pembelajaran matematika.