Kemampuan komunikasi tulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk menyelesaikan permasalahan matematis, khususnya pada materi SPLDV. Namun, kemampuan komunikasi tulis siswa belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi tulis siswa dalam pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya dan indikator completeness, clarity, simplicity, dan correctness. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus pada siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Gorontalo. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan komunikasi tulis tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan komunikasi tulis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi mampu menyajikan penyelesaian secara relatif lengkap, jelas, sederhana, dan tepat, meskipun masih terdapat kekurangan pada beberapa bagian tertentu. Siswa kategori sedang mampu menyelesaikan masalah, tetapi belum konsisten dalam kelengkapan langkah, keterurutan penyelesaian, serta ketepatan simbol dan perhitungan. Sementara itu, siswa kategori rendah belum mampu menampilkan penyelesaian secara utuh sehingga indikator komunikasi tulis belum tampak secara optimal. Dengan demikian, kemampuan komunikasi tulis berperan penting dalam mendukung kualitas pemecahan masalah matematis siswa.