Kemampuan pemecahkan masalah sangat penting dalam belajar matematika, tetapi kemampuan ini masih sering kurang dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan metode pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam meningkatkan kemampuan anak-anak dalam menyelesaikan masalah di tingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 9 artikel ilmiah yang relevan dan terbit antara tahun 2021 hingga 2025, yang didapatkan melalui Google Scholar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan STEM berhasil mengubah cara belajar dari metode yang berpusat pada guru menjadi metode belajar yang lebih aktif dan berpusat pada siswa. Penerapan STEM melalui metode pembelajaran seperti Project Based Learning (PjBL), video pembelajaran berbasis STEM, modul yang memperkuat kemampuan metakognitif, serta mengintegrasikan etnomatematika dan etnosains terbukti menghasilkan peningkatan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, serta bekerja sama. Namun, penerapan metode ini masih mengalami hambatan karena banyak guru belum memahami dengan baik cara menyusun RPP atau modul yang berbasis STEM-etnomatematika, kurangnya pelatihan yang cukup, serta rasa cemas para pendidik terhadap metode pembelajaran yang baru diterapkan. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM bisa menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kualitas dan makna pembelajaran matematika di sekolah dasar, yang sesuai dengan peningkatan Kurikulum Merdeka.