Reti Puji Handayani
Program Studi D3 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan kapasitas pemasaran UMKM berbasis potensi lokal sebagai strategi keunggulan komparatif di Desa Cibingbin Reti Puji Handayani; Jenta Puspariki
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.85

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari ketersediaan potensi sumber daya alam lokal yang melimpah di Desa Cibingbin, Kabupaten Purwakarta, yang belum diimbangi dengan kapasitas pemasaran mumpuni bagi pelaku UMKM. Keterbatasan pemahaman strategi pemasaran menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut sebagai keunggulan komparatif desa. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pemasaran guna memperkuat daya saing ekonomi lokal. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguasaan strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal guna mewujudkan keunggulan komparatif dan daya saing ekonomi di Desa Cibingbin. Metode: pelaksanaan meliputi pretest, edukasi melalui pemaparan materi, dan diskusi interaktif dengan peserta, diakhiri dengan posttest. Evaluasi kepuasan diukur menggunakan angket skala Likert. Subjek PkM melibatkan 28 peserta yang terdiri atas anggota PKK, kader, dan warga Desa Cibingbin (usia 20–50 tahun) sebagai representasi pelaku UMKM lokal. Hasil: evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan kenaikan rata-rata nilai dari 78,2 (pretest) menjadi 86,7 (posttest). Peningkatan mencakup aspek krusial seperti segmentasi pasar, standarisasi kemasan, digitalisasi pemasaran melalui media sosial, dan penguatan citra produk lokal. Selain itu, respons peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap relevansi dan kejelasan materi, yang mengonfirmasi bahwa kegiatan ini efektif dalam menjawab kebutuhan pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Desa Cibingbin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Desa Cibingbin, yang tercermin dari peningkatan pemahaman signifikan pada aspek strategi dan digitalisasi pemasaran. Penguatan pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keunggulan komparatif produk berbasis potensi lokal. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendampingan intensif yang berfokus pada keberlanjutan branding dan perluasan akses pasar digital guna memperkuat daya saing ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan sabun cair dari ekstrak daun pala di Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Dewi Ratnasari; Risa Kota Putra; Reti Puji Handayani; Jenta Puspariki
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.91

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta, telah memanfaatkan buah dan biji pala sebagai bahan pangan seperti manisan, sirup, dan minuman herbal. Namun demikian, bagian daun dari tanaman pala belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun pala mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kesehatan maupun kosmetik. Rendahnya pemanfaatan tersebut salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pengolahannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah daun pala menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta dengan sasaran ibu-ibu kader dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta demonstrasi pembuatan sabun cair yang memanfaatkan ekstrak daun pala sebagai bahan aktif Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pemanfaatan daun pala. Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi pembuatan sabun cair daun pala. Peserta bertanya tentang proses pembuatan sabun, pemilihan bahan baku, serta kemungkinan penggunaan tanaman lain sebagai bahan aktif. Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar ekstrak daun pala di Desa Babakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman pala secara lebih optimal. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa daun pala yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk sabun cair antiseptik.