Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gerakan Bersih Pantai Oesapa Sebagai Upaya Pengurangan Sampah dan Edukasi Masyarakat Aprianus Paskalius Taboen; Eunike Gegung; Olaf Tri Wilopo Simanjuntak; Sonnya Marliani
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v3i2.110-125

Abstract

Kegiatan “Gerakan Bersih Pantai Oesapa” merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengurangi sampah pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Pantai Oesapa, Kota Kupang, menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 39 mahasiswa, 4 dosen, masyarakat sekitar, pedagang pesisir, dan pengunjung pantai. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, aksi bersih pantai, edukasi lingkungan berbasis experiential learning, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak lebih kurang 140 kg sampah berhasil dikumpulkan pada area lebih kurang 3.000 m² dengan kepadatan sampah lebih kurang 0,047 kg/m². Komposisi sampah didominasi plastik sebesar 61,9 persen, diikuti sampah organik 21,0 persen dan sampah lainnya 17,1 persen, yang menunjukkan bahwa plastik masih menjadi pencemar utama kawasan pesisir. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan peserta sebesar lebih kurang 73 persen, dari rata-rata nilai 48,5 pada pre-test menjadi 83,9 pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis praktik efektif dalam membangun perilaku ramah lingkungan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan edukasi lingkungan, peningkatan partisipasi kolektif, serta pembentukan model pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas yang kolaboratif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.