Andreas Wahyu Nugroho
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Profil Tekstur Sensoris Menggunakan Panelis Semi-Terlatih dan Uji Hedonik terhadap Tiga Merek Wafer Komersial pada Konsumen Generasi Z Andreas Wahyu Nugroho
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10014

Abstract

Tekstur merupakan atribut sensoris penting yang memengaruhi tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil tekstur sensoris tiga merek wafer cokelat komersial populer di Indonesia menggunakan panelis semi-terlatih dari segmen Generasi Z, sekaligus mempelajari hubungan profil tekstur dengan tingkat kesukaan konsumen. Seleksi panelis dilakukan dengan metode rentang menggunakan variasi konsentrasi larutan sukrosa. Panelis yang lolos seleksi dilakukan uji threshold dengan larutan sukrosa. Diperoleh 10 panelis yang peka pada rentang konsentrasi sukrosa 0,1% hingga 0,4%. Setelah panelis melalui fase orientasi penyelarasan atribut tekstur dengan pengujian terbuka, diperoleh atribut dominan pada wafer yaitu kekerasan, kegetasan, kekeringan, dan kelengketan. Kemudian, dilakukan pengujian tertutup pada atribut terpilih menggunakan skala garis, lalu dipetakan ke diagram spider web. Uji kesukaan/hedonik dengan metode skoring (skor 1: sangat suka hingga skor 7: sangat tidak suka). Hasil analisis ANOVA pada α = 95% dan uji lanjut LSD menunjukkan perbedaan kesukaan yang signifikan antarmerek. Wafer merek Nabati mendominasi intensitas tekstur tertinggi di semua atribut dan mendapatkan kesukaan tertinggi dengan skor 2,33±0,93 (suka), berbeda nyata terhadap merek Tango dengan skor 3,89±1,21 (netral) yang memiliki intensitas terendah pada semua atribut. Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas kekerasan, kegetasan, dan kekeringan tinggi yang berpadu seimbang dengan kelengketan krim cokelat wafer merupakan salah satu faktor yang menentukan kesukaan konsumen Gen Z.