RM Anto Harprianto
Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Komodifikasi dalam penerapan identitas visual pada media promosi pariwisata: Studi Watashi travel RM Anto Harprianto; Reiza D. Dienaputra; Kevin Muhamad Lukman; Heru Ryanto Budiana; Uswatun Hasanah
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3137

Abstract

Industri pariwisata pascapandemi diwarnai oleh tegangan antara aturan visual korporat dan representasi alam yang dinamis. Penelitian ini mengevaluasi dinamika komodifikasi dalam penerapan identitas visual Watashi Travel pada media promosi fisik dan digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan strategi studi kasus tunggal, data penelitian dibatasi pada korpus visual yang meliputi dokumen Graphic Standard Manual (GSM), foto dokumentasi promosi fisik dalam Company Profile, serta observasi digital terhadap sembilan unggahan statis pada feed Instagram @watashitravel. Data visual dianalisis melalui integrasi kerangka semiotika Barthes dan analisis data visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pedoman visual tidak hanya berfungsi sebagai keberhasilan manajerial atau estetis, tetapi juga dapat dibaca sebagai praktik komodifikasi visual. Logogram dan skema warna analogus biru-hijau secara semiotik mereduksi karakteristik alam menjadi komoditas visual yang aman, terukur, dan tepercaya (trustworthy). Pada media fisik bereksposur tinggi, penempatan logo merepresentasikan upaya simbolik untuk menata ulang citra alam dalam bingkai korporasi. Sementara itu, konsistensi tata letak pada platform digital membentuk “realitas yang dikurasi” (curated reality), yaitu representasi pariwisata yang lebih seragam, teratur, dan mudah dikonsumsi secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan GSM secara konsisten berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mengarahkan narasi pariwisata dan menstandardisasi pengalaman wisata menjadi produk konsumsi visual yang kredibel.
Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah di Kawasan Wisata Halal: Analisis Model CIPP Berdasarkan Rapor Pendidikan dan KMA 450/2024 Mohamad Gozali; Kasno Pamungkas; Evi Novianti; RM Anto Harprianto
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.679

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah memerlukan evaluasi yang mempertimbangkan keselarasan kebijakan, kesiapan institusional, proses pembelajaran, dan capaian pendidikan dengan tetap memperhatikan karakteristik konteks lokal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) melalui integrasi Rapor Pendidikan dan KMA Nomor 450 Tahun 2024, dengan kawasan wisata halal diposisikan sebagai konteks lokal pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-evaluatif dengan desain analisis dokumen. Sumber data berupa Rapor Pendidikan, KMA Nomor 450 Tahun 2024, KMA Nomor 6077 Tahun 2024, dokumen perencanaan daerah dan pariwisata yang relevan, serta literatur akademik. Data dikumpulkan melalui identifikasi dan seleksi dokumen, ekstraksi data, pengodean berdasarkan empat dimensi CIPP, dan verifikasi silang, kemudian dianalisis menggunakan analisis dokumen kualitatif, analisis isi, dan analisis deskriptif dengan triangulasi sumber dan teori. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dimensi Context memiliki keselarasan kuat antara fleksibilitas kebijakan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan lingkungan lokal. Dimensi Input menunjukkan kebutuhan penguatan pada kesiapan pendidik, bahan pembelajaran kontekstual, dan dukungan kemitraan kelembagaan. Dimensi Process menunjukkan bahwa P5RA, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi penguatan kearifan lokal, karakter, dan kompetensi peserta didik, meskipun keterlibatan pemangku kepentingan eksternal masih terbatas. Dimensi Product menunjukkan capaian positif pada karakter dan kebhinekaan, tetapi belum dapat digunakan untuk mengukur secara langsung kompetensi spesifik wisata halal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan evaluasi pendidikan Islam berbasis potensi lokal melalui integrasi CIPP, Rapor Pendidikan, dan KMA 450/2024. Penguatan kapasitas guru, perangkat pembelajaran kontekstual, dan kemitraan madrasah direkomendasikan.