Latar Belakang: Mean Arterial Pressure (MAP) merupakan indikator penting dalam mempertahankan perfusi serebral selama periode perioperatif. Perubahan nilai MAP pada fase intra dan pasca anestesi mencerminkan dinamika hemodinamik yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rerata MAP intra anestesi dan pasca anestesi pada pasien dengan anestesi umum. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 66 responden yang direkrut di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi pasien berusia 18–59 tahun, memiliki status fisik ASA I–II, menjalani prosedur operasi elektif dengan anestesi umum, serta menjalani tindakan awake extubation pada akhir prosedur anestesi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan rerata kedua variabel. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara MAP intra dan pasca anestesi (t = -4,991; p = 0,000). Nilai mean difference sebesar -7,712 mmHg menunjukkan bahwa MAP pasca anestesi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan MAP intra anestesi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara MAP intra dan pasca anestesi. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan hemodinamik yang signifikan antara kedua fase tersebut, sehingga pemantauan tekanan darah selama periode perioperatif penting untuk mendukung stabilitas kondisi fisiologis pasien.