Studi ini menginvestigasi interaksi antara air tanah dan air permukaan di sekitar Bendungan Situ Gintung dengan menggunakan pemodelan arah aliran air tanah. Tujuan utama penelitian adalah untuk menentukan apakah aliran air tanah mengisi ke bendungan (gaining) atau apakah air permukaan bendungan mengisi air tanah di sekitar penduduk (losing). Metode penelitian melibatkan pengambilan data kedalaman muka air tanah (MAT) di beberapa sumur sekitar, data parameter fisik air tanah dan air permukaan/air genangan, dan pemantauan muka air bendungan selama beberapa hari. Pola aliran air tanah menunjukkan bahwa di bagian hulu bendungan, aliran air tanah bergerak dari luar bendungan ke dalam bendungan karena adanya hidraulik head air tanah yang lebih tinggi dari muka air bendungan. Sementara di bagian hilir bendungan, aliran air bergerak dari bendungan ke air tanah sekitar karena adanya perbedaan head antara muka air tanah dan air bendungan Kondisi ini berdampak pada kualitas dan kuantitas air genangan waduk, terutama di bagian hilir, di mana air tanah penduduk sangat dipengaruhi oleh fluktuasi dan kualitas air waduk. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai interaksi kualitas air antara air tanah dan bendungan, yang menunjukkan bahwa kualitas air tanah di hulu dapat mempengaruhi kualitas air bendungan, sedangkan kualitas air bendungan berpotensi mempengaruhi air tanah di hilir. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan dan pengelolaan kualitas air secara cermat, dengan perhatian khusus pada pengendalian kualitas air tanah di hulu untuk menghindari pencemaran bendungan, dan menjaga kualitas air bendungan untuk melindungi air tanah di hilir.