Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Karakteristik Akuifer dan Kapasitas Debit Aman Sumur Irigasi Air Tanah Berdasarkan Metode Pumping Test di Kabupaten Bantaeng Ardhi Nurhakim; Aditya Dwijaksana Syarif; Afbiantir M Parandangi; Fausiah Latif; Intan Madya Ratna
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v6i1.128

Abstract

Air tanah merupakan air yang berada pada wilayah jenuh yang tergolong dalam sumber daya air diperbarui dengan waktu tertentu.   Dalam memenuhi kebutuhan air tanah khususnya untuk keperluan irigasi di Kabupaten Bantaeng, diperlukan identifikasi terhadap kondisi air tanah serta kondisi sumur. Kondisi air tanah dapat diidentifikasi dengan metode pumping test untuk mengukur parameter akuifer seperti konduktivitas hidraulik, transmisivitas, dan storativitas. Pada penelitian ini metode pumping test yang digunakan adalah dengan pemompaan bertahap (step draw down test), pemompaan debit konstan (long term constant rate test) dan uji kambuh (recovery test). Kondisi sumur dievaluasi dengan menggunakan metode Hanstush Bierscheunk yang menjadi populer karena kemampuannya untuk memperhitungkan efek dari kebocoran (leakage) yang terjadi pada akuifer semi-konfined, di mana air bisa mengalir dari atau ke lapisan penutup atau lapisan bawahnya. Kemudian untuk kapasitas debit air tanah optimum, dianalisis dengan metode Siechart. Hasil uji karakteristik sumur pada lokasi penelitian menunjukkan klasifikasi nilai Factor Development (FD) berkisar antara – 0,014 s/d 0,451 dengan kategori baik hingga sangat baik, sedangkan hasil analisis Well Loss menunjukkan adanya penyumbatan pada beberapa sumur sehingga perlu dilakukan penanganan berupa pencucian sumur. Kemudian hasil uji akuifer serta hasil korelasi litologi menunjukkan nilai transmisivitas berkisar antara 44,68-822 m2/hari, storativitas 3,7 x 10-3, specific capacity 0,74 – 2,04 L/det/meter dengan potensi debit air tanah pada daerah penelitian berkisar antara 1,767 – 4,232 m3/hari.