Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Fluktuasi Debit Puncak Banjir Menggunakan Model HEC-HMS di DAS Juana Rahimatus Sakinah Zaim Alyaminy; Evi Angraheni
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v6i1.178

Abstract

Deforestasi dan ekspansi kawasan pemukiman secara masif merupakan pemicu utama dalam kerusakan sistem hidrologi di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS Juana yang terletak di kawasan Pegunungan Kendeng dan Gunung Muria tidak luput dari tren degradasi lingkungan ini. Dinamika perubahan tutupan lahan di wilayah tersebut telah memicu pergeseran karakteristik fisik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari perubahan tutupan lahan terhadap fluktuasi debit puncak banjir di DAS Juana. Kajian mengenai perubahan tutupan lahan di DAS Juana mencakup tiga periode pengamatan, yaitu tahun 1990, 2011, dan 2024. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis spasial-temporal jangka panjang selama lebih dari tiga dekade (35 tahun). Analisis ini dilakukan dengan bantuan software ArcGIS dalam mengolah data DEM untuk memperoleh parameter topografi dan morfometri subDAS, serta memproses citra satelit dan memetakan sebaran tutupan lahan. Selanjutnya, parameter subDAS tersebut digunakan sebagai data input dalam pemodelan banjir menggunakan HEC-HMS. Hasil analisis tutupan lahan pada tahun 1990, 2011, dan 2024 menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan luas hutan secara signifikan yang berturut-turut sebesar 24%, 16%, dan 9% dan diikuti dengan peningkatan area kawasan pemukiman sebesar 6%, 13%, dan 21%. Alih fungsi lahan tersebut selaras dengan peningkatan debit puncak banjir di DAS Juana yang semakin meningkat pada tahun 1990, 2011, dan 2024, yaitu sebesar 303,9 m3/dt, 504,5 m3/dt, dan 649,6 m3/dt. Hal ini membuktikan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali di DAS Juana secara linear telah menyebabkan peningkatan debit puncak banjir secara signifikan.