p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal (JIMBE)
Stefanie Inggried
UNM

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Sustainability Reporting Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Manufaktur Stefanie Inggried
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 4 (2025): Desember
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v3i4.1115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi valuasi perusahaan dalam proses pengambilan keputusan merger dan akuisisi (M&A), sekaligus memetakan berbagai metode penilaian yang paling efektif diterapkan untuk menentukan nilai wajar perusahaan target. Motivasi utama penelitian ini adalah adanya kompleksitas strategis dalam menetapkan harga yang proporsional serta tingginya risiko kerugian finansial akibat kesalahan penilaian dalam transaksi bisnis berskala besar. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi literatur (library research), data sekunder dihimpun dari berbagai jurnal ilmiah, laporan keuangan, laporan tahunan, serta referensi akademik yang relevan dengan aktivitas M&A. Temuan penelitian menunjukkan bahwa valuasi perusahaan memegang peran yang sangat krusial sebagai fondasi utama dalam menetapkan nilai wajar, mengukur potensi keuntungan, serta memitigasi risiko investasi yang mungkin timbul. Dari berbagai metode yang dikaji, Discounted Cash Flow (DCF), Price Earnings Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV) merupakan instrumen yang paling lazim digunakan, dengan DCF dinilai paling unggul dalam merepresentasikan nilai intrinsik perusahaan. Hasil analisis juga mengungkapkan bahwa keberhasilan M&A tidak hanya dipengaruhi oleh aspek finansial, tetapi juga oleh potensi sinergi, dinamika industri, strategi korporat, dan kelengkapan proses due diligence. Disimpulkan bahwa ketepatan valuasi sangat menentukan keberlanjutan bisnis pascatransaksi, di mana kesalahan penilaian dapat menimbulkan dampak kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan membangun proses penilaian yang objektif, sistematis, dan menyeluruh untuk memastikan setiap keputusan M&A mampu menciptakan nilai tambah yang optimal bagi pertumbuhan jangka panjang.
Analisis Valuasi Perusahaan dalam Pengambilan Keputusan Merger dan Akuisisi Stefanie Inggried
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v4i1.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi valuasi perusahaan dalam proses pengambilan keputusan merger dan akuisisi (M&A), sekaligus memetakan berbagai metode penilaian yang paling efektif diterapkan untuk menentukan nilai wajar perusahaan target. Motivasi utama penelitian ini adalah adanya kompleksitas strategis dalam menetapkan harga yang proporsional serta tingginya risiko kerugian finansial akibat kesalahan penilaian dalam transaksi bisnis berskala besar. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi literatur (library research), data sekunder dihimpun dari berbagai jurnal ilmiah, laporan keuangan, laporan tahunan, serta referensi akademik yang relevan dengan aktivitas M&A. Temuan penelitian menunjukkan bahwa valuasi perusahaan memegang peran yang sangat krusial sebagai fondasi utama dalam menetapkan nilai wajar, mengukur potensi keuntungan, serta memitigasi risiko investasi yang mungkin timbul. Dari berbagai metode yang dikaji, Discounted Cash Flow (DCF), Price Earnings Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV) merupakan instrumen yang paling lazim digunakan, dengan DCF dinilai paling unggul dalam merepresentasikan nilai intrinsik perusahaan. Hasil analisis juga mengungkapkan bahwa keberhasilan M&A tidak hanya dipengaruhi oleh aspek finansial, tetapi juga oleh potensi sinergi, dinamika industri, strategi korporat, dan kelengkapan proses due diligence. Disimpulkan bahwa ketepatan valuasi sangat menentukan keberlanjutan bisnis pascatransaksi, di mana kesalahan penilaian dapat menimbulkan dampak kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan membangun proses penilaian yang objektif, sistematis, dan menyeluruh untuk memastikan setiap keputusan M&A mampu menciptakan nilai tambah yang optimal bagi pertumbuhan jangka panjang.