Mahasiswa merupakan kaum intelektual masa depan yang nantinya akan terjun kedalam dunia nyata (masyarakat). Oleh karenanya, mahasiswa berorganisasi dengan membentuk student government dalam rangka pengembangan dirinya. Seperti yang disampaikan oleh M. Eksistensi organisasi kemahasiswaan adalah salah satu nilai strategis untuk memupuk jiwa kepemimpinan, keberanian mengungkapkan pendapat serta keberanian dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh dilakukan melalui kegiatan musyawarah mahasiswa. Keikutsertaan mahasiswa dalam sebuah perkumpulan/organisasi kemahasisaan merupakan hak yang melekat dalam diri mahasiswa yang diatur dalam dalam Peraturan Pemerintah. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui, bagaimana partisipasi politik mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemilihan umum dan Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk menghindari terjadinya money politik dikalangan generasi muda khususnya mahasiswa FKIP Uncen. Hasil penelitian Dalam konteks organisasi kemahasiswaan, partisipasi mahasiswa dalam Pemilihan Ketua dan Wakil BEM, , Ketua Senat dan Wakil Ketua senat FKIP menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan konsep demokrasi dalam tubuh Ormawa. Pemilihan ketua dan Wakil ketua BEM Uncen dilaksanakan dengan menjunjung tinggi asas LUBER dan JURDIL sesuai dengan prinsip pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia. Namun Melihat kenyataan bahwa hasil pemungutan suara dalam Pemiliha Ketua Senat, Ketua Komisariat, pun tergambar bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemilihan menunjukan nilai yang masih kurang.