Adinda Dwi Fajar
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menjembatani Kesenjangan Digital Dalam Administrasi Perpajakan: Optimalisasi Program Relawan Pajak Untuk Mendorong Inklusi Wajib Pajak Adinda Dwi Fajar; Danang Adi Putra
Sciences du Nord Community Service Vol. 3 No. 02 (2026): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v3i02.126

Abstract

Keberhasilan implementasi Coretax sebagai sistem inti administrasi perpajakan Indonesia yang diluncurkan pada awal 2025 sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan adaptasi wajib pajak terhadap platform digital tersebut. Namun, rendahnya literasi perpajakan digital di kalangan masyarakat masih menjadi hambatan struktural yang nyata. Program Relawan Pajak (Renjani) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pajak hadir sebagai fasilitator yang menjembatani kesenjangan antara kompleksitas sistem perpajakan digital dengan kemampuan adaptasi wajib pajak. Artikel ini mengkaji peran Program Relawan Pajak dalam mendukung inklusi digital administrasi perpajakan melalui kegiatan pendampingan implementasi Coretax di lingkungan Universitas Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif melalui pembukaan stand layanan di setiap fakultas untuk memberikan asistensi teknis, seperti aktivasi akun Coretax dan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan oleh Relawan Pajak mampu meningkatkan pemahaman wajib pajak terhadap layanan perpajakan digital, mendorong kemandirian dalam penggunaan sistem, serta mengurangi hambatan adaptasi terhadap transformasi digital perpajakan. Temuan ini menegaskan bahwa Program Relawan Pajak memiliki peran strategis sebagai instrumen inklusi digital dalam mewujudkan administrasi perpajakan yang lebih aksesibel, inklusif, dan berkelanjutan.