Andry Rustanto
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Monitoring Kekeringan berbasis Satelit untuk Identifikasi Potensi Kebakaran Hutan di Provinsi Jawa Timur Junilla Tristanti; Alya Arifa Danishara Afdal; Amirah Nayla Dinar Susena; Jennifer Marchelina Hutapea; Kuswantoro Marko; Andry Rustanto
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.113599

Abstract

Kekeringan meteorologis akibat defisit curah hujan menjadi ancaman yang memicu peningkatan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jawa Timur, terutama di wilayah timur yang secara geografis menerima curah hujan lebih rendah akibat pengaruh penghalang orografis Pegunungan Tengger-Semeru. Keterbatasan data pengamatan dari stasiun hujan darat mendorong pemanfaatan data presipitasi berbasis satelit. Penelitian ini bertujuan membandingkan data presipitasi dan nilai Standardized Precipitation Index 1-bulan (SPI-1) dari dataset CHIRPS dan PERSIANN-CDR periode 1995-2024 untuk mengidentifikasi potensi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur. Pengolahan dan visualisasi data dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Data CHIRPS di-upscaling ke resolusi 0,25° menggunakan metode mean resampling agar konsisten dengan resolusi PERSIANN-CDR. Indeks SPI-1 dihitung menggunakan distribusi Gamma untuk mentransformasikan anomali curah hujan bulanan menjadi indeks kekeringan terstandarisasi. Evaluasi kesesuaian antardataset dilakukan menggunakan koefisien korelasi Pearson (R) dan Root Mean Square Error (RMSE), serta didukung analisis deret waktu pada 12 kabupaten dengan riwayat kebakaran hutan dan lahan. Hasil penelitian menunjukkan estimasi presipitasi bulanan memiliki kesesuaian sangat tinggi (R=0,94; RMSE=48,42 mm/bulan), namun korelasinya menurun pada hasil SPI-1 (R=0,80; RMSE=0,59). Secara spasial dan temporal, CHIRPS lebih rinci dan konsisten dalam merepresentasikan kekeringan ekstrem dibandingkan PERSIANN-CDR. Pola kekeringan menunjukkan peningkatan risiko kebakaran ke arah timur Jawa Timur sehingga wilayah tersebut menjadi prioritas dalam sistem peringatan dini kebakaran.