Agus Fiadi
UIN STS Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ETNIS UYGHUR DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI SEBAGAI SATU KOMUNITAS MUSLIM DI XINJIANG CINA Agus Fiadi
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 2 No. 1 (2020): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, Vol 2 (1), Januari 2020
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnis Uyghur adalah penduduk asli Turkistan Timur yang berasal dari salah satu etnis Proto-Turki yang mendiami Asia Tengah. Uyghur merupakan wilayah terpenting dalam proses akulturasi budaya antara timur dan barat sebagai satu komunitas muslim tersendiri di Dunia. Namun, setelah Turkistan Timur secara resminya menjadi bagian dari wilayah Cina dan telah bertukar namanya menjadi Xinjiang pada tahun 1884, perkembangan etnis Uyghur terhambat oleh tindakan represif Cina yang akhirnya memicu lahirnya suatu konflik yang besar antara Uyghur, Pemerintah Cina dan etnis Han di Xinjiang. Dalam penelitian ini, penulis menekankan teori sejarah Ibn Khaldun untuk merekonstruksi sejarah etnis Uyghur sejak awal eksistensi mereka di Turkistan Timur. Penulis juga menggunakan teori siklus peradaban oleh Ibn Khaldun untuk menjabarkan perkembangan etnis Uyghur di Xinjiang serta teori Challenge and Response oleh Arnold J. Toynbee dan teori Dialektika oleh Hegel untuk menjelaskan konflik yang vital antara etnis Uyghur, dan pemerintah Cina di Xinjiang. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yaitu pengumpulan data (heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi) dan penulisan (historiografi). Berdasar pendekatan sejarah ini, penjelasan atas peristiwa-peristiwa masa lampau (historical explanation) didasarkan periode waktu selama munculnya eksistensi Etnis Uyghur dan proses perkembangan yang dilalui. Penelitian ini mengkaji Pertama, latar belakang Etnis Uyghur, kedua, sejarah Etnis Uyghur di Xinjiang, Cina dan ketiga, perkembangan Etnis Uyghur dalam mempertahankan eksistensi sebagai satu komunitas muslim di Xinjiang Cina.
RUNTUHNYA KESULTANAN PATANI DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT PATANI PADA ABAD 20 Abdulbasit Chetae; Agus Fiadi
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 2 No. 2 (2020): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan perjuangan masyarakat melayu Patani melawan usaha pengintegrasian pemerintahan Thailand Rumusan masalah dalam penelitian ini; faktor-faktor apa saja yang menyebabkan jatuhnya Kesultanan Patani, apa saja kebijakan Siam (Pemerintahan Thailand) terhadap umat Islam Patani dan bagaimana kondisi umat Islam Patani dibawah Rezim pemerintahan Thailand. Untuk memperoleh jawaban dari permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode historis. Hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pertama, Jatuhnya Kesultanan Patani disebabkan tidak ada peganti yang cocok., Kedua, kesepakatan perjanjian perbatasan antara Inggris dan Thailand, Patani Raya mmenjadi bagian integrasi Pemerintahan Thailand.. Ketiga, masyarakat Patani menuntut otonomi seperti di bidang ekonomi, budaya, Pendidikan, dan agama, yang dipimpin oleh seorang ulama bernama H. Sulong. Dan langkah yang paling penting adalah bergerak dengan nama Gabungan Melayu Patani Raya (GEMPAR). Bagi masyarkat Melayu Patani tidak pernah merasa sebagai bagian dari bangsa Thai. Oleh karena itu, mereka tidak ingin diatur oleh Bangkok, mereka ingin mengatur diri mereka sendiri.