Miss Murnee Pohkoh
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN NILAI KEWIRAUSAHAAN ISLAMI ANTARA KOMUNITAS MELAYU JAMBI DAN MELAYU SELATAN THAILAND Cyntia Desnia Putri; Dea Rahmayanti; Zakia Olifia; Miss Murnee Pohkoh; Rifani Nazira
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 7 No. 2 (2025): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jambe.v7i2.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai-nilai kewirausahaan Islami pada komunitas Melayu di Jambi (Indonesia) dan Melayu Selatan Thailand. Fokus kajian ada pada bagaimana prinsip-prinsip Islam seperti kejujuran, amanah, keadilan, larangan riba, transparansi, serta pelayanan dan etika bisnis diterapkan dalam praktik ekonomi kedua wilayah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan sumber ilmiah berupa artikel jurnal, laporan penelitian, dan repositori universitas yang membahas kewirausahaan Islami serta budaya Melayu. Penelitian terdahulu umumnya membahas masing-masing wilayah secara terpisah, namun kajian komparatif yang menghubungkan kedua komunitas Melayu dalam pandangan ekonomi Islami masih terbatas. Kekosongan penelitian inilah yang menjadi dasar pentingnya studi ini untuk melihat bagaimana nilai Islam yang sama dapat beradaptasi secara berbeda sesuai konteks sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Melayu Jambi mengembangkan praktik kewirausahaan Islami berbasis komunitas dengan menekankan nilai moral, kebersamaan, dan pemberdayaan sosial. Sementara itu, Melayu Selatan Thailand menunjukkan model kewirausahaan yang lebih modern dan terstruktur, berbasis kebijakan pemerintah melalui sertifikasi halal, industri pariwisata ramah Muslim, dan orientasi pasar global. Meskipun memiliki nilai yang sama, penerapan kewirausahaan Islami di kedua wilayah berkembang berbeda sesuai konteks sosial, politik, dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kewirausahaan Islami bersifat fleksibel dan adaptif terhadap lingkungan lokal sehingga memerlukan pendekatan yang memperhatikan karakteristik masyarakat tiap wilayah.