Ruli Andaru
Teknik Geodesi, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jumlah dan Distribusi Ground Control Point (GCP) terhadap Tingkat Akurasi Pengukuran Volume Metode Fotogrametri pada Pekerjaan Uji Petik Overburden (Studi Kasus: PT Putra Perkasa Abadi, Jobsite PT Bukit Asam, Tbk.) Laurensia Ayu Anggraeni; Ruli Andaru
Journal of Geospatial Science and Technology Vol 4 No 1 (2026): Journal of Geospatial Science and Technology
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgst.v4i1.24160

Abstract

Penggunaan metode fotogrametri berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) semakin luas diterapkan dalam pengukuran volume overburden di industri pertambangan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi akurasi hasil pengukuran adalah jumlah serta distribusi Ground Control Point (GCP) pada proses triangulasi udara. Penelitian ini dilaksanakan di PT Putra Perkasa Abadi Jobsite PT Bukit Asam, Tbk., dengan enam variasi jumlah GCP (0, 1, 2, 4, 5, dan 6 titik) serta pengujian distribusi merata dan tidak merata pada konfigurasi 2 GCP, dengan menggunakan tujuh Independent Check Point (ICP) pada setiap pemrosesan datanya. Data diolah menggunakan metode SFM-MVS Photogrammetry, sedangkan perhitungan volume dilakukan dengan metode Cut and Fill berdasarkan batas area dari hasil pengukuran GNSS RTK sebagai acuan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi 6 GCP menghasilkan akurasi terbaik dengan selisih volume 3,76%, serta ketelitian geometrik CE90 0,0344 m dan LE90 0,0510 m. Namun, penggunaan minimal 4 GCP dengan distribusi merata telah memenuhi standar Badan Informasi Geospasial (BIG, 2021) dengan selisih volume 6,31%. Sebaliknya, konfigurasi tanpa GCP menghasilkan selisih volume terbesar (8.571,45%) dengan CE90 6,1055 m. Selain jumlah, distribusi GCP juga memengaruhi akurasi, pada 2 GCP, distribusi merata menurunkan selisih volume hingga 6,83% dibanding 316,70% pada distribusi tidak merata. Oleh karena itu, direkomendasikan penggunaan minimal 4 GCP dengan distribusi merata untuk memperoleh akurasi volume overburden yang lebih baik menggunakan metode fotogrametri UAV, sehingga menghasilkan pengukuran yang akurat dan efektif.