Novi Susanti
STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE INCOME OF TRADERS AT UJUNG GADING MARKET: ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE INCOME OF TRADERS AT UJUNG GADING MARKET Fajri al fajri; Yossi Eriawati; Novi Susanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal At Tasyri'i Juli Desember 2023
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v6i2.318

Abstract

The researcher started this study after noticing that, as of late, the coronavirus outbreak and internet retailers (Ol-Shop), the income of vendors at Ujung Gading Market has been erratic. Because of this volatility, fewer buyers and more competition have resulted in lower sales for many dealers. Therefore, the researcher's goal is to find out if the capital, length of business operation, and trader education level variables have an impact on traders' income at Ujung Gading Market. With primary data gathered via surveys, this study used a quantitative methodology. 603 traders make up the study's population, and 216 respondents were chosen at random for the sample using the simple random sampling method. Multiple linear regression analysis approaches were used in SPSS version 25 to process the acquired data. The study's findings suggest that traders' income is influenced by the capital variable to some extent. The t-significance value of 0.000 < 5% in the SPSS report supports this. A t-significance value of 0.001 < 5% suggests that the Length of business operation variable also has a partial impact on traders' income. An SPSS output with a t-significance value of 0.003 < 5% indicates that the education variable also has a partial impact on traders' income. The findings also indicate that the revenue of traders at Ujung Gading Market is influenced simultaneously by capital, length of business operation, and education.The fact that the F-count value of 34.481 > the F-table value of 2.647 and the F-significance value of 0.000 < 5% support this. As a result, H0 is disproved and hypothesis Ha is approved. This clarifies why capital (X1), length of business operation (X2), and education (X3) all affect income concurrently and to a strength of 32.8%. Keywords : the income; traders; capital; Length of business operation; education
Pengaruh Pendidikan terhadap Pendapatan Masyarakat di Kampung Tiga Jorong Suka Maju Nagari Mahakarya Fitriani; Yossi Eriawati; Novi Susanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap pendapatan masyarakat di Kampung Tiga Jorong Suka Maju Nagari Mahakarya. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang dapat memengaruhi kemampuan kerja, keterampilan, serta peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik sehingga berdampak pada tingkat pendapatan masyarakat. Namun, pada masyarakat pedesaan masih ditemukan rendahnya tingkat pendidikan yang diduga memengaruhi kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada masyarakat Kampung Tiga Jorong Suka Maju Nagari Mahakarya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat. Selain itu, hasil wawancara dan observasi digunakan untuk memperkuat hasil penelitian yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat. Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan memiliki pendapatan yang lebih stabil dibandingkan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Sebagian besar masyarakat dengan pendidikan rendah bekerja pada sektor pertanian dan pekerjaan informal dengan pendapatan yang tidak menentu. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap pola pikir, kemampuan mengelola usaha, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi. Rendahnya kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, maka semakin besar peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan serta dukungan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat pedesaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Kebutuhan Terhadap Perekonomian Masyarakat Melalui Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau Diki Primanda; Fawza Rahmat; Novi Susanti
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v7i1.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh Kebutuhan Terhadap Perekonomian Masyarakat  Melalui  Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuosioner menggunakan penelitian lapangan (field research) dengn jumlah responden sebanyak 50 orang. Populasi dalam penelitian ini yaitu Masyarakat pada Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelitian lapangan (Kuiesioner dan studi kepustakaan). Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan antara variabel kebutuhan Masyarakat terhadap perekonomian masayarakat pada Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau dengan hasil nilai t sebesar 0.675 maka ada pengaruh kebutuhan Masyarakat terhadap perekonomian  masyarakat pada Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau sedangkan nilai signifikan sebesar 0.007. serta adanya pengaruh yang signifikan antara perekonomian masyarakat pada Badan Keuangan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Talamau Kecamatan Talamau, hasil nilai t sebesar 0.042 dengan nilai signifikan sebesar 0.758
Konsep Keseimbangan Pasar dan Mekanisme Harga dalam Ekonomi Islam Novi Susanti; Dina Aulia
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2024
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseimbangan pasar barang dalam ekonomi Islam didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kepatuhan terhadap hukum syariah. Dalam perspektif ini, pasar tidak hanya dilihat sebagai mekanisme penyeimbang antara penawaran dan permintaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memastikan distribusi kekayaan yang adil dan menjaga kesejahteraan sosial. Artikel ini menjelaskan konsep keseimbangan pasar dalam Islam, yang berbeda dari sistem ekonomi konvensional dengan menekankan pada etika bisnis, larangan riba, gharar (spekulasi), serta praktik monopoli. Selain itu, intervensi pemerintah dalam ekonomi Islam bertujuan untuk mencegah distorsi pasar dan melindungi hak-hak konsumen serta produsen. Studi ini juga membahas peran lembaga pengawasan seperti hisbah dalam menjaga integritas pasar. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana keseimbangan pasar barang diterapkan dalam kerangka ekonomi Islam, serta relevansinya dalam sistem ekonomi modern.