Naura Deastefy
Stikes Pamenang Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEGAWATAN DIABETIK DI POSYANDU CEMPAKA DUSUN KEMENDUNG DESA SEKOTO KECAMATAN BADAS: HEALTH EDUCATION ABOUT DIABETIC EMERGENCIES AT THE CEMPAKA POSYANDU, KEMENDUNG HALL, SEKOTO VILLAGE, BADAS DISTRICT Zauhani Kusnul; Christianto Nugroho; Arecca Falya Laggan Augustien; Balqis Tsaqifa; Naura Deastefy; Shellen Amel Armeychea
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.501

Abstract

Kegawatan diabetik merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan segera. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda, gejala, serta pertolongan awal pada kondisi kegawatan diabetik dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kegawatan diabetik melalui penyuluhan kesehatan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Cempaka dusun Kemendung, desa Sekoto, kecamatan Badas. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan 60 peserta. Evaluasi dilakukan melalui penilaian proses dengan mengamati antusiasme dan keaktifan peserta selama kegiatan, serta evaluasi hasil melalui tanya jawab langsung untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didominasi oleh perempuan (80%) dengan distribusi usia yang beragam, mulai dari 16 tahun hingga lebih dari 64 tahun. Kelompok usia terbanyak adalah 56–64 tahun (26,68%), diikuti usia 16–22 tahun (23,33%). Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif dalam diskusi, serta mampu menjawab pertanyaan terkait pengertian diabetes melitus, tanda dan gejala kegawatan diabetik, faktor risiko, dan langkah pertolongan awal. Temuan ini menunjukkan bahwa Posyandu ILP merupakan sarana yang efektif untuk penyelenggaraan pendidikan kesehatan berbasis masyarakat karena mampu menjangkau berbagai kelompok usia dan topik tentang kegawatan diabetik masih asing dan baru bagi masyarakat sehingga membutuhkan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kegawatan diabetik. Abstract   Diabetic emergencies are life-threatening conditions that require immediate treatment. Lack of public knowledge regarding the signs, symptoms, and initial assistance for diabetic emergencies can increase the risk of complications and death. This community service activity aims to increase public understanding of diabetic emergencies through health education at the Integrated Primary Service Post (ILP) Cempaka, Kemendung hamlet, Sekoto village, Badas district. The activity was carried out using interactive lectures, discussions, and question and answer methods involving 60 participants. Evaluation was carried out through process assessment by observing the enthusiasm and activeness of participants during the activity, as well as evaluation of the results through direct question and answer to determine participants' understanding of the material presented. The results of the activity showed that participants were predominantly female (80%) with a diverse age distribution, ranging from 16 years to over 64 years. The largest age group was 56–64 years (26.68%), followed by 16–22 years (23.33%). During the activity, participants showed high enthusiasm, were active in discussions, and were able to answer questions related to the definition of diabetes mellitus, signs and symptoms of diabetic emergencies, risk factors, and first aid steps. These findings indicate that Posyandu ILP is an effective means for implementing community-based health education because it is able to reach various age groups and the topic of diabetic emergencies is still unfamiliar and new to the community, thus requiring further efforts to increase public knowledge and awareness about diabetic emergencies.