Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas II di SDN 25 Simawang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas II dan 1 orang guru kelas yang dipilih secara purposive dengan kriteria siswa mengalami kesulitan membaca permulaan berdasarkan hasil asesmen awal. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan tes membaca sederhana. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi berbagai kesulitan membaca permulaan, di antaranya kesulitan mengenali huruf (60% siswa), membedakan huruf yang bentuknya hampir sama seperti b-d-p-q (53%), menggabungkan huruf menjadi suku kata (47%), membaca kata secara utuh (40%), serta membaca kalimat sederhana dengan lancar (33%). Dari 15 siswa yang diteliti, 6 siswa (40%) menunjukkan kemampuan membaca baik, 4 siswa (27%) mengalami kesulitan ringan, dan 5 siswa (33%) menghadapi kesulitan signifikan. Faktor penyebab kesulitan terdiri atas faktor internal (rendahnya motivasi belajar, kurangnya konsentrasi, dan kemampuan dasar membaca yang rendah) dan faktor eksternal (kurangnya pendampingan orang tua, rendahnya kebiasaan membaca di rumah, keterbatasan bahan bacaan, serta penggunaan gawai berlebihan rata-rata 3-4 jam/hari). Upaya guru meliputi bimbingan khusus, latihan membaca rutin 30 menit/hari, penggunaan media kartu huruf dan kata, serta kerja sama dengan orang tua melalui buku komunikasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, dengan rekomendasi perlunya program literasi keluarga dan pelatihan guru tentang strategi membaca permulaan.