Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERANCANGAN VISUAL DISPLAY KESELAMATAN KERJA UNTUK MEMINIMALKAN RISIKO KECELAKAAN PADA USAHA JASA LAUNDRY DAN PERAWATAN KAIN Edi Susanto; Kemal Fahrezi Putra; Nazzala Zidan Z.R.E; Arif Imran; Dwi Novirani
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6743

Abstract

Usaha jasa laundry dan perawatan kain memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, terutama akibat postur kerja yang tidak ergonomis, kurangnya kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja, serta minimnya informasi visual terkait prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada salah satu usaha jasa laundry yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan standar keselamatan kerja melalui pendampingan perancangan dan pemasangan visual display K3 di area kerja. Mitra kegiatan adalah pekerja pada usaha jasa laundry dan perawatan kain yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan melalui survei lapangan, analisis risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan pendekatan 5W+1H, perancangan visual display keselamatan kerja, pemasangan media visual di area kerja strategis, serta sosialisasi dan pelatihan kepada pekerja. Kegiatan dilaksanakan selama dua setengah bulan yang mencakup tahap identifikasi, implementasi, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, yang ditandai dengan meningkatnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan berkurangnya potensi risiko kecelakaan kerja. Visual display K3 yang dipasang juga berfungsi sebagai media pengingat yang efektif dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian, pendampingan perancangan visual display keselamatan kerja dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif pada usaha jasa laundry dan perawatan kain.
Kajian Antropometri Kaki Perempuan Bandung dengan Profesi Beraktivitas Tinggi dalam Berdiri dan Berjalan Nazzala Zidan Zakiyyan Razan El-Akbar; Kemal Fahrezi Putra; Caecilia Sri Wahyuning
Jurnal Riset Teknik Komputer Vol. 3 No. 3 (2026): September : Jurnal Riset Teknik Komputer (JURTIKOM)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/9tb90b48

Abstract

A mismatch between shoe sizes and the foot anthropometric characteristics of Indonesian women can cause discomfort and affect shoe fit, particularly for women whose daily activities involve significant standing and walking. This study aims to identify the foot anthropometric characteristics of women in Bandung who engage in high levels of standing and walking and to analyze how these characteristics align with shoe sizing systems currently on the market. The study employed an anthropometric approach involving direct measurements of 100 Indonesian female respondents aged 18–35 years with high levels of standing and walking activity. Measured dimensions included foot length, foot width, instep circumference, mid-foot height, heel-ankle circumference, ankle circumference, and arch height. Data were analyzed using normality tests, uniformity tests, data adequacy tests, descriptive statistics, and comparative analysis against commercial shoe sizing systems. The results indicate that the respondents' feet had an average length of 24 cm and an average width of 9.13 cm. Comparisons with commercial sizing standards revealed a discrepancy in foot length of 2.49–3.09 cm within the EU size range of 38–42, suggesting a tendency toward over-sizing in commercially available shoes. The "Japan Size 24.0 cm" system most closely matched the respondents' average foot length, although its application would still require adjustments to account for local anthropometric characteristics. Therefore, the development of shoe sizing standards based on the foot anthropometry of Indonesian women and the design of a master shoe last incorporating a 10–15 mm allowance are recommended to produce footwear that is more ergonomic, comfortable, and better suited to user characteristics