Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam pada program bimbingan manasik haji jemaah lansia di KBIHU Hajar Aswad Yogyakarta tahun 2025 melalui model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Seiring melonjaknya jumlah jemaah lansia yang membutuhkan pendekatan pelayanan khusus serta adaptasi kurikulum yang ramah lansia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 evaluasi ini perlu dilakukan guna tercapainya tujuan ibadah haji yang mabrur, mandiri danĀ inklusif terhadap jemaah yang beresiko tinggi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi konteks (context), KBIHU Hajar Aswad telah menyelaraskan tujuannya dengan kebijakan nasional "Haji Ramah Lansia" melalui penekanan pada aspek rukhshah (keringanan ibadah) serta pengenalan program murur dan tanazul. Pada dimensi masukan (input) dan proses (process), lembaga ini mengidentifikasi karakteristik dominan lansia untuk menerapkan inovasi pedagogi gerontologi berupa metode repetisi, pemanfaatan media visual, dan audio doa. Meskipun masih terdapat kekurangan berupa belum seluruhnya pembimbing bersertifikat resmi dan adanya excess pengeluaran anggaran, terlepas dari itu, kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik. Secara fungsional pada dimensi hasil (product), program ini efektif meminimalisir ketergantungan jemaah lansia saat di Tanah Suci melalui peningkatan pemahaman rukun haji, kesiapan psikologis, ketenangan batin, serta rasa percaya diri.