Annida Alhusna Walhaq
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model CIPP Stufflebeam dalam Evaluasi Bimbingan Manasik Haji Jemaah Lansia di KBIHU Hajar Aswad Yogyakarta Annida Alhusna Walhaq; Muhammad Rosyid Ridla
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/jttkxw46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam pada program bimbingan manasik haji jemaah lansia di KBIHU Hajar Aswad Yogyakarta tahun 2025 melalui model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Seiring melonjaknya jumlah jemaah lansia yang membutuhkan pendekatan pelayanan khusus serta adaptasi kurikulum yang ramah lansia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 evaluasi ini perlu dilakukan guna tercapainya tujuan ibadah haji yang mabrur, mandiri danĀ  inklusif terhadap jemaah yang beresiko tinggi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi konteks (context), KBIHU Hajar Aswad telah menyelaraskan tujuannya dengan kebijakan nasional "Haji Ramah Lansia" melalui penekanan pada aspek rukhshah (keringanan ibadah) serta pengenalan program murur dan tanazul. Pada dimensi masukan (input) dan proses (process), lembaga ini mengidentifikasi karakteristik dominan lansia untuk menerapkan inovasi pedagogi gerontologi berupa metode repetisi, pemanfaatan media visual, dan audio doa. Meskipun masih terdapat kekurangan berupa belum seluruhnya pembimbing bersertifikat resmi dan adanya excess pengeluaran anggaran, terlepas dari itu, kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik. Secara fungsional pada dimensi hasil (product), program ini efektif meminimalisir ketergantungan jemaah lansia saat di Tanah Suci melalui peningkatan pemahaman rukun haji, kesiapan psikologis, ketenangan batin, serta rasa percaya diri.