Pemanfaatan limbah padat ikan patin sebagai pupuk organik cair (POC) merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan nutrien pada media air gambut yang secara alami bersifat asam dan miskin unsur hara. Kondisi ini sering membatasi pertumbuhan tanaman air serta produktivitas budidaya ikan, termasuk ikan betok (Anabas testudineus). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan menentukan dosis optimal POC limbah padat ikan patin terhadap biomassa Azolla microphylla serta pertumbuhan ikan betok pada media air gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 di Hatchery, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Kegiatan pemeliharaan ikan dilakukan di fasilitas Hatchery menggunakan akuarium sebagai wadah pemeliharaan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (1,5 ml/L), P2 (2 ml/L), P3 (2,5 ml/L), dan P4 (3 ml/L), masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada P3 dengan bobot A. microphylla 12,83 g, LPS 3,41%, bobot ikan 3,76 g, dan panjang 3,23 cm. Sedangkan tingkat kelulushidupan ikan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Parameter kualitas air berada dalam kisaran yang mendukung organisme akuatik, yaitu suhu 27–28 °C, pH 4,8–4,9, TDS 108,2–135,2 ppm, DO 4,35–5,86 mg/L, Kecerahan 6,85–9,78 cm serta orthofosfat 1,0351–4,0947 mg/L, nitrat 0,5583–3,0114 mg/L, dan amoniak 0,0264–0,6681mg/L yang cenderung menurun seiring pemanfaatan nutrien oleh A. microphylla. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa POC limbah padat ikan patin efektif meningkatkan biomassa A. microphylla, menstabilkan kualitas air, dan mendukung pertumbuhan ikan betok, dengan dosis optimal pada P3 yaitu 2,5 ml/L.