Irwan Limbong
Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efisiensi Waktu Pendaratan Hasil Tangkapan Purse Seine di Tangkahan Berjaya Usaha Sakti Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Klodia Br Purba; Jonny Zain; Irwan Limbong
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.125-131

Abstract

Tangkahan Berjaya Usaha Sakti (BUS) merupakan fasilitas pendaratan ikan yang digunakan oleh kapal purse seine untuk melakukan pembongkaran hasil tangkapan. Efisiensi waktu pendaratan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu ikan, menekan biaya tambat, serta mempercepat distribusi ke pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi waktu pendaratan hasil tangkapan purse seine di Tangkahan BUS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi waktu terbuang dalam proses tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari delapan kapal purse seine melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur. Variabel yang diamati meliputi waktu tambat, waktu efektif, waktu terbuang, jumlah hasil tangkapan, jumlah pelaku bongkar, ukuran kapal, umur, dan pengalaman kerja pelaku bongkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi waktu pendaratan sebesar 73,95% dan tergolong kurang efisien. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara waktu terbuang dan efisiensi dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,576. Sementara itu, analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa 97,7% variasi waktu terbuang dapat dijelaskan oleh lima variabel bebas (R² = 0,977). Uji t memperlihatkan bahwa dari lima variabel tersebut, hanya jumlah hasil tangkapan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu terbuang (Thitung = 5,810 > Ttabel = 4,303; p = 0,028 < 0,05). Upaya peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan meminimalkan waktu terbuang melalui pengelolaan tenaga kerja serta perbaikan alur bongkar muat, terutama pada kapal dengan hasil tangkapan yang besar