Eddiwan Eddiwan
Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) dengan Dosis Berbeda terhadap Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. Angelia Zefani Fabiola; Eddiwan Eddiwan; Efawani Efawani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.93-97

Abstract

Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) adalah hormon tanaman yang dapat mendukung, menghambat, dan merubah proses fisiologi tanaman termasuk mikroalga. 6-Benzil Amino Purin (BAP) memiliki kadar nitrogen yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pembelahan sel pada mikroalga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) terhadap kepadatan dan biomassa Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sistem Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Perlakuan terdiri dari 3 dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) berbeda yaitu dosis A (1 mL), B (2 mL), dan C (3 mL). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perlakuan B dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 2 mL memiliki kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu 3504×104 sel/ mL. Perlakuan A dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 1 mL mencapai kepadatan tertinggi yaitu 3236×104 sel/ mL, perlakuan C dengan dosis Fitohormon 6-Benzil Amino Purin (BAP) 3 mL mencapai kepadatan tertinggi yaitu 2906×104 sel/ mL dan sebagai pembanding perlakuan Kontrol mencapai kepadatan tertinggi yaitu 1208×104 sel/ mL. Hal ini menunjukkan bahwa dengan masa kultur selama 11 hari, 6-BAP berpengaruh signifikan terhadap kepadatan sel mikroalga Chlorella sp. (P < 0,05), dan peningkatan kepadatan paling efektif ditemukan pada perlakuan B (2 mL).