Dodi Saputra
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengayaan Pakan Pasta Terfermentasi dengan Ekstrak Temulawak dan Kencur terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Dodi Saputra; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.79-87

Abstract

Ikan baung merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia dengan prospek pasar yang menjanjikan. Kendala utama dalam budidaya ikan baung adalah ketersediaan benih yang terbatas akibat rendahnya tingkat kelulushidupan larva. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan larva ikan adalah penyediaan pakan yang tepat, baik dari segi jenis, ukuran, nilai nutrisi, maupun waktu pemberiannya. Pakan terbaik untuk post larva ikan baung adalah cacing sutera, penggunaan pakan alami memiliki keterbatasan dalam ketersediaan, sehingga perlu alternatif pakan buatan dalam bentuk pasta terfermentasi, untuk memenuhi nutrisinya dilakukan pengayaan dengan ekstrak temulawak dan kencur. Penelitian dilaksanakan pada Januari s.d. Februari 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pengayaan pakan pasta terfermentasi dengan ekstrak temulawak dan kencur terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung, serta mendapatkan dosis ekstrak temulawak dan kencur yang terbaik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu P1 dengan dosis 2 g/100 g pakan, P2 dengan dosis 4 g/100 g pakan, P3 dengan dosis 6 g/100 g, P4 dengan dosis 8 g/100 g pakan, P5 dengan dosis 10 g/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada P1 (2 g/100 g pakan) dengan bobot mutlak 0,80 g, panjang mutlak 3,46 cm, laju pertumbuhan spesifik 12,27 % dan kelulushidupan 97,50 %.