Fuji Mega Lestari
Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respons Fisiologis dan Biokimia Darah Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus ) yang Direndam dalam Larutan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Fuji Mega Lestari; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.176-182

Abstract

Kulit buah naga merupakan bahan alami yang mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenolik, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, karoten, fitoalbumin, vitamin A, vitamin C, tanin, saponin, dan vitamin E. Senyawa tersebut menghasilkan antioksidan dan mampu mengendalikan keberadaan Aeromonas hydrophila. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kondisi fisiologis dan biokimia darah ikan jambal siam. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Kn (tanpa perendaman kulit buah naga dan tidak diinfeksi A. hydrophila), Kp (tanpa perendaman kulit buah naga dan diinfeksi A. hydrophila). Ikan direndam dengan kulit buah naga dengan dosis P1 (1,0 ml/L), P2 (1,5 ml/L), P3 (2 ml/L) dan diinfeksi A. hydrophila. Ikan dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Benih ikan yang digunakan berukuran 8-10 cm dan 5-6 g. Perendaman dilakukan sebelum pemeliharaan selama 30 menit. Pada hari ke-32 ikan diinfeksikan dengan A. hydrophila (10%CFU/ml) menggunakan 0,1 ml dan proses infeksi dilakukan secara intramuskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perendaman kulit buah naga adalah P2 (1,5 ml/L) menghasilkan glukosa (74,00 mg/dL), kalsium (9,64 mg/dL), magnesium (2,72 mg/dL), fosfor (4,34 mg/dL), aktivitas lisozim (259,00 unit/mL), pertumbuhan bobot mutlak (19,88) dan kelulushidupan (93,33%). Kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27,2-27,6o C, pH berkisar antara 6,9 - 7,0 dan DO berkisar antara 4,3-4,4 mg/L