This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pilar
Wafa Mutiah Zahrah
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya Terhadap Mitigasi Konflik Antar Umat Beragama di Jawa Timur Wiwik Setiyani Khasbullah; Wafa Mutiah Zahrah; Nurul Aini
PILAR Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL PILAR, JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5e0k0c60

Abstract

Jawa Timur sebagai wilayah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang rentan terhadap potensi konflik antar umat beragama, baik yang dipicu oleh isu sensitif keagamaan maupun informasi hoaks di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap pengurus MUI Surabaya, tokoh lintas agama, dan studi dokumen fatwa. Analisis difokuskan pada tiga fungsi utama MUI: fatwa, pembinaan umat, dan mediasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI Surabaya menjalankan peran strategis dalam tiga bentuk. Pertama, pencegahan konflik melalui penerbitan fatwa dan himbauan yang menekankan nilai ukhuwah insaniyah, tasamuh, dan tawasuth sebagai landasan hidup berdampingan. Kedua, resolusi konflik dengan menjadi mediator antara kelompok masyarakat yang berselisih, baik yang berlatar belakang perbedaan keyakinan maupun perbedaan organisasi keagamaan. Ketiga, penguatan narasi kebangsaan melalui dialog lintas iman, forum komunikasi umat beragama, dan edukasi literasi digital keagamaan untuk menangkal provokasi.  MUI memperkuat kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil. Artikel ini menyimpulkan bahwa MUI Surabaya berperan sebagai buffer institution yang menjaga stabilitas sosial keagamaan di Jawa Timur. Perannya tidak terbatas pada aspek teologis, tetapi juga mencakup fungsi sosial-politik dalam merawat kerukunan dan mencegah eskalasi konflik.