Yulaikhah Yulaikhah
Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Perbandingan Penataan Bidang Tanah Berbasis Blok dan Wilayah Menggunakan Metode Block Adjustment Nayunda Ichda Malikul Chusna; Yulaikhah Yulaikhah; Purnama Budi Santosa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.118756

Abstract

Pendaftaran tanah sporadik merupakan pendaftaran bidang tanah yang dilakukan setiap ada permohonan sehingga tidak dilakukan secara serentak dan sistematis. Hal ini menimbulkan masalah ketika bidang-bidang tanah tersebut digambarkan dalam satu peta, seperti munculnya gap dan overlap antarbidang tanah. Penataan bidang tanah tersebut menggunakan metode Block Adjustment (BA), salah satunya melalui Plugin Penataan dan Rekonstruksi Kadastral Berbasis Hitung Kuadrat Terkecil (PEREKAT). Namun demikian, pengolahan BA untuk wilayah luas membutuhkan waktu lama dan perangkat keras berspesifikasi tinggi, sehingga pada praktiknya seringkali pengolahan BA dilakukan dengan membagi area menjadi blok-blok yang lebih kecil. Pengolahan tersebut belum diketahui apakah memberikan hasil yang sama seperti pengolahan secara simultan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh luas cakupan (kelurahan dan  blok) terhadap hasil BA. Penelitian ini menggunakan studi kasus di Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Pengolahan BA dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu dengan cakupan satu kelurahan, dan cakupan blok yang diperoleh dengan membagi kelurahan menjadi delapan blok.. Pengolahan BA menggunakan titik kontrol dan titik ikat yang sesuai dengan cakupannya, Evaluasi dilakukan terhadap perubahan luas dan akurasi peta sebelum dan sesudah pengolahan BA. Perbandingan perubahan luas dianalisis menggunakan uji-t Student berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bidang tanah yang mengalami perubahan luas melebihi toleransi ±5%. Uji akurasi berdasarkan Peraturan BIG Nomor 6 Tahun 2018 menunjukkan bahwa pengolahan dengan cakupan blok menghasilkan akurasi peta yang lebih baik, dibandingkan dengan pengolahan dengan cakupan satu kelurahan. Meskipun demikian, uji statistik menunjukkan bahwa perubahan luas bidang dari kedua pendekatan tidak berbeda secara signifikan.