Dini Iswari Amaliani
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Work-Life Balance dengan Stres Kerja pada Pekerja Dini Iswari Amaliani; Budi Sarasati; Nurwahyuni Nasir
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.357

Abstract

Tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kerja yang padat, serta keterbatasan waktu untuk kehidupan pribadi dapat memunculkan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan non kerja. Ketidakseimbangan tersebut berpotensi meningkatkan stres kerja, terutama pada pekerja yang berada dalam lingkungan kerja dengan tuntutan fisik dan psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dan stres kerja pada pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 106 pekerja aktif yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu memiliki masa kerja 4–6 tahun dan bekerja pada sektor industri lepas pantai. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Perceived Stress Scale dan Work Life Balance Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara work life balance dan stres kerja (r = -0,696; p < 0,001). Artinya, semakin tinggi work life balance yang dimiliki pekerja, semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah work life balance, semakin tinggi stres kerja. Hasil kategorisasi juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki work life balance rendah dan stres kerja tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi sebagai salah satu upaya untuk menurunkan risiko stres kerja pada pekerja lepas pantai.